Senin, 22 Agustus 2011

PEMROSESAN INFORMASI


Istilah “pemrosesan/pengolahan informasi” mengandung pengertian adanya pandangan tertentu ke arah studi individu. Pusat perhatian pokok studi adalah bagaimana orang mempersepsi, mengorganisasi, dan mengingat sejumlah besar informasi yang diterima setiap hari dari lingkungan sekeliling. Misalnya, mendengarkan siaran berita, membaca dan menafsirkan catatan pelajaran, menemukan penyebab kerusakan mesin dan sebagainya, semuanya merupakan kegiatan sehari-hari yang bergantung pada pengolahan data dari lingkungan. Teori pemrosesan informasi adalah teori belajar kognitif yang mendeskripsikan pemrosesan, penyimpanan, dan mendapatkan kembali pengetahuan dari pikiran (Slavin, 1994).
Pentingnya mengembangkan dan menyempurnakan model umum pengolahan informasi yang berkaitan dengan masalah–masalah kehidupan nyata didukung oleh sejumlah ahli (Neisser dan Simon dalam Bell, 1991). Dalam rancangan pemrosesan/pengolahan informasi terdapat 2 (dua) bidang yang penting secara khusus bagi pembelajaran, yaitu:
a.             Penyelidikan mengenai proses orang memperoleh dan mengingat informasi.
b.            Penelitian mengenai siasat yang digunakan dalam memecahkan masalah.
Asumsi yang mendasari teori-teori pemrosesan/pengolahan informasi menjelaskan tentang (1) hakekat sistem memori manusia, dan (2) cara bagaimana pengetahuan digambarkan dan disimpan dalam memori. Konsepsi lama mengenai memori manusia adalah bahwa memori itu semata-mata hanya tempat penyimpanan untuk menyimpan informasi dalam waktu yang lama, sehingga memori diartikan sebagai koleksi potongan-potongan kecil informasi yang terlepas-lepas atau saling tidak ada kaitannya. Akan tetapi pada tahun 1960-an memori manusia mulai dipandang sebagai suatu struktur yang rumit yang mengolah dan mengorganisasi semua pengetahuan manusia (Neisser dalam Bell, 1991). Memori bukanlah sebuah gudang yang pasif tetapi suatu sistem yang ada organisasinya dan aktif. Jadi dapat dikatakan bahwa memori secara aktif memilih data penginderaan mana yang akan diolahnya, mengubah data itu menjadi informasi yang bermakna, dan menyimpannya untuk digunakan diwaktu kemudian.
Data yang masuk dalam komputer harus dikodekan agar komputer dapat menyimpan dan memproses data. Demikian pula informasi yang diterima reseptor sensoris harus dikodekan sebelum disimpan dan diproses. Encoding adalah proses memasukkan informasi ke dalam memori. Sistem syaraf menggunakan kode internal yang merepresentasikan stimulus eksternal. Dengan cara ini representasi objek/kejadian eksternal dikodekan menjadi informasi internal dan siap disimpan.

Model pemrosesan informasi yang mempengaruhi belajar dan model memori dimulai dengan material semua pengalaman belajar yang masih mentah yaitu input sensoris. Sistem sensoris manusia (penglihatan, pendengaran, pembau, perasa, dan sentuhan) bersifat sensitif terhadap beragam perangsang yang berlimpah. Meskipun manusia merespon hanya pada sebagian dari seluruh perangsang yang tersedia, sebagian besar informasi yang tersedia dalam perangsang ini tidak pernah benar-benar diproses yaitu tidak benar-benar menjadi bagian dari struktur kognitif. Ini yang disebut dengan memori sensoris (sensory memory). Memori sensoris adalah memori yang mmpertahankan informasi dunia dalam bentuk sensoris aslinya hanya selama beberapa saat. Memori sensoris ini merujuk pada sesuatu yang terjadi secara singkat (kurang dari 1 detik) dan efek stimulus tersebut pada manusia tidak disadari (manusia tidak memperhatikan stimulus itu). Memori sensoris sangat terbatas dalam hal waktu untuk memproses informasi yang tersedia dan jumlah informas yang tersedia. Contohnya Ani diminta guru untuk membacakan sejumlah bilangan. Kemudian 10 detik kemudian guru meminta kepada siswa yang lain untuk mengulangnya. Siswa tersebut tidak akan mengingat bilangan-bilangan tersebut. Namun jika Ani membaca bilangan tiba-tiba dia meminta Catur untuk menyebutkan bilangan terakhir yang dibaca maka Catur dapat menjawab dengan tepat. Faktanya setiap bilangan disimpan dalam memori sensoris dalam waktu yang sangat singkat, tetapi jika tidak diproses dalam waktu singkat maka bilangan tersebut tidak akan lama tersedia dalam memori.
Dalam sistem pemrosesan informasi, psikolog kognitif berbicara tentang penggunaan sejumlah aktivitas berbeda dengan tujuan umum: membuat pengertian input sensoris yang penting dan pada saat yang bersamaan mengacuhkan/membuang input yang dianggap remeh. Memberikan perhatian adalah salah satu aktivitas penting dalam sistem pemrosesan informasi. Hal ini berarti input ditransfer dari sensoris ke penyimpanan jangka pendek. Intinya, memori jangka pendek terdiri dari apa yang kita sadari secara langsung pada waktu-waktu tertentu. Menurut Calfee (dalam Lefrancois, 1991) memori jangka pendek semacam coretan pada pikiran yang terdiri dari apa yang kita sadari secara langsung. Karakteristik pentingnya adalah kapasitas yang terbatas. Menurut Miller, rata-rata kapasitasnya sekitar 7 hal yang berlainan , kesadaran langsung kita terbatas dalam kapasitas ini dan ketika informasi baru datang, informasi ini akan menarik keluar informasi yang sudah ada dalam memori jangka pendek ini. Informasi yang disimpan dalam memori jangka pendek lamanya 30 detik dan munculnya secara cepat tergantung dari latihan yaitu informasi yang disimpan dalam memori ini harus diulang-ulang (dipikirkan secara sadar). Jika tidak diulang maka informasi tersebut akan cepat hilang dalam memori dalam 20 detik.
Memori jangka panjang adalah bagian dari sistem memori yang menyimpan banyak informasi secara relatif permanen selama periode waktu yang lama, semua yang kita ketahui tetapi tidak dalam kesadaran langsung, memiliki kapasitas yang sangat besar. Memori jangka panjang bersifat pasif, prosesnya tidak sadar. Informasi dari memori jangka pendek dapat diteruskan untuk diproses dan digabungkan ke dalam memori jangka panjang. Namun tidak semua informasidari memori jangka pendek dapat disimpan.  Kunci penting dalam penyimpanan di memori jangka panjang adalah  adanya motivasi yang cukup untuk mendorong adanya latihan berulang hal-hal dari memori jangka pendek.
Retrieval adalah hasil akhir dari proses memori. Mengacu pada pemanfaatan informasi yang disimpan. Agar dapat  diambil kembali, informasi yang disimpan tidak hanya tersedia tetapi juga dapat diperoleh karena meskipun secara teoritis informasi yang disimpan tersedia tetapi tidak selalu mudah untuk menggunakan dan menempatkannya. Contohnya seorang siswa yang telah mengetahui (menyimpan) informasi nama-nama negara dan ibukotanya tetapi dalam suatu waktu dia tidak dapat mengambil kembali semua informasi tersebut. Dengan menyediakan petunjuk akan memberi bantuan kepada siswa untuk mencari informasi yang disimpan dan mendapatkan kembali.
Pada hakikatnya model pembelajaran dengan pemprosesan/pengolahan informasi didasarkan pada teori belajar kognitif. Model pembelajaran tersebut berorientasi pada kemampuan siswa memproses informasi dan sistem yang dapat memperbaiki kemampuan belajar siswa. Pemrosesan/pengolahan informasi menunjuk kepada cara-cara mengumpulkan/menerima stimulus dari lingkungan, mengorganisasi data, memecahkan masalah, menemukan konsep-konsep dan pemecahan masalah serta menggunakan simbol-simbol verbal dan non verbal. Model tersebut berkenan dengan kemampuan memecahkan masalah dan kemampuan berpikir produktif, serta berkenaan dengan kemampuan intelektual umum.
Model proses informasi meliputi beberapa strategi pembelajaran, yaitu:
1.      mengajar induktif, bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan membentuk teori
2.      latihan inquiry; tujuan dan prinsipnya sama dengan strategi mengajar induktif, bedanya hanya terletak pada segi proses mencari dan menemukan informasi yang diperlukan
3.      inquiry keilmuan; bertujuan untuk mengajarkan sistem penelitian dalam disiplin ilmu, dan diharapkan memperoleh pengalaman dalam domain-domain lainnya
4.      pembentukan konsep; bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir induktif, mengembangkan konsep dan kemampuan analisis
5.      model pengembangan; bertujuan untuk mengembangkan intelegensi umum, terutama berpikir logis, disamping untuk mengembangkan aspek sosial dan moral
6.      advanced organizer model; bertujuan untuk mengembangkan kemampuan memproses informasi yang efisien untuk menyerap dan menghubungkan satuan ilmu pengetahuan secara bermakna.
Ikhtisar teori pemprosesan/pengolahan informasi dalam pembelajaran diuraikan sebagai


Unsur Dasar




Definisi
Asumsi
Memori manusia itu organizer informasi yang kompleks dan aktif; sistem memori mengubah bentuk informasi untuk disimpan (dan kemudian/nanti retrieval) didalam memori jangka pendek

Asas belajar
Proses informasi dari lingkungan diubah bentuknya menjadi struktur kognitif

Hasil belajar
Berbentuk struktur kognitif; pandangan berlaku umum ialah suatu jaringan semantik

Komponen belajar
Proses persepsi, pengkodean dan penyimpanan didalam memori jangka panjang

Perancangan pembelajaran untuk keterampilan kompleks
Mengajarkan kepada siswa untuk memecahkan masalah(yaitu perumusan masalah, analisa sarana tujuan, penggunaan sub tujuan)


Isu pokok dalam rancangan
Menggiatkan belajar yang baru dengan pembelajaran struktur kognitif yang sudah ada; memberikan alat bantu pengolah dalam belajar reseptif maupun pemecahan masalah


DAFTAR PUSTAKA


Bell Gredler, Margaret E. 1991. Belajar dan Membelajarkan. CV. Rajawali: Jakarta

Dimyati dan Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT. Asdi Mahasatya.

Lefrancois, Guy. 1991. Psychology for Teahing: A Bear will not commit himself just now Seventh Edition. California:Wadsworth Publising Company

Santrock, John. 2008. Psikologi Pendidikan Edisi Kedua. Jakarta: Kencana

Slavin, Robert. 1994. Educational Psychology: Theory and Practice Fourth Edition. New Jersey: Neidenheights

Sprinthall, Norman., Richard C Sprinthall. 1990. ducational Psychology: A developmental Approach Fifth Edition. New York: McGraw-Hill


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar